Blog

  • Studi Banding: Urban Farming Eco Campus FMIPA dengan Program Studi S1 Akuakultur UNESA

    [Surabaya, 8 Mei 2026] – Dalam upaya memperdalam pemahaman mengenai ketahanan pangan di lahan sempit, Eco Campus FMIPA sukses menggelar program kerja Studi Banding: Urban Farming. Kegiatan yang berlangsung hangat ini berkolaborasi langsung dengan para ahli dari Program Studi S1 Akuakultur untuk membedah tuntas inovasi pertanian dan perikanan modern.

    Studi banding ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah sesi berbagi ilmu (knowledge sharing) yang bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengelola ekosistem pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

    Integrasi Air dan Tanaman: Hidroponik hingga Akuaponik

    Materi utama dalam pertemuan ini menyoroti teknik budidaya tanpa tanah. Peserta diajak untuk memahami prinsip dasar hidroponik, mulai dari pengaturan nutrisi tanaman, pengecekan kadar pH air, hingga pemilihan media tanam yang paling efektif untuk lingkungan kampus.Tak hanya itu, diskusi berkembang jauh ke sistem yang lebih kompleks, yaitu akuaponik. Melalui sistem ini, peserta belajar bagaimana menciptakan simbiosis mutualisme antara budidaya ikan dan tanaman, di mana kotoran ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman, sementara tanaman bertindak sebagai pemurni air bagi ikan di bawahnya.

    Seni Ternak Ikan dan Berkebun yang Efektif

    Pihak Prodi S1 Akuakultur juga membagikan tips mendalam mengenai ternak ikan di lahan terbatas. Mulai dari manajemen kualitas air, pemilihan benih yang unggul, hingga teknik pemberian pakan yang efisien agar hasil panen maksimal tanpa merusak kualitas lingkungan sekitar.Sesi kemudian ditutup dengan materi berkebun yang baik. Di sini, ditekankan bahwa berkebun bukan hanya soal menanam, tapi juga soal pemeliharaan jangka panjang, pengendalian hama secara alami, dan pemanfaatan pupuk organik.

    Hasil dari studi banding ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi teori saja, melainkan dapat diimplementasikan langsung di area Eco Campus. Dengan menguasai teknik hidroponik, akuaponik, dan budidaya ikan, diharapkan warga FMIPA dapat mulai membangun budaya mandiri pangan yang hijau dan berkelanjutan.

    Semangat kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ilmu lintas disiplin sangat diperlukan untuk menciptakan solusi lingkungan yang inovatif.

    Editor: Tim Media Eco Campus FMIPA

    Foto: Sesi Diskusi Teknik Akuaponik bersama Prodi S1 Akuakultur

  • Controlling Buzem Vol. 1: Langkah Awal Kolaborasi Hijau di FMIPA

    [Surabaya, 9 Mei 2026] – Menjaga kelestarian ekosistem kampus bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kolektif dari kepedulian bersama. Hal ini dibuktikan melalui program kerja rutin Controlling Buzem yang kembali dilaksanakan sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kebersihan dan keseimbangan lingkungan di area FMIPA.

    Berbeda dari biasanya, aksi controlling bulan ini terasa lebih istimewa. Eco berhasil membangun kolaborasi lintas organisasi dengan menggandeng BEM FMIPA, DPM FMIPA, dan HMP Sains Data untuk terjun langsung ke lapangan.

    Kolaborasi Tanpa Sekat di Area Buzem

    Sejak pagi hari, para fungsionaris dari berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) ini sudah berkumpul dengan semangat yang sama: membebaskan area sekitar buzem dari sampah plastik dan limbah yang mengganggu keasrian lingkungan.Kegiatan bersih-bersih ini menyisir seluruh sudut area sekitar kolam buzem. Dengan pembagian tim yang efektif, kolaborasi ini berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik yang kemudian dipilah untuk diproses lebih lanjut. Sinergi ini menunjukkan bahwa isu lingkungan mampu menjadi jembatan pemersatu bagi seluruh mahasiswa selingkup FMIPA.

    Komitmen Rutin Satu Bulan Sekali

    Program Controlling Buzem bukan merupakan aksi one-time event, melainkan agenda rutin yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Konsistensi ini menjadi kunci utama agar area buzem tetap terjaga fungsinya, baik sebagai penampung air maupun sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman bagi warga kampus.Melalui kegiatan rutin ini, Eco ingin memastikan bahwa pemeliharaan lingkungan menjadi sebuah gaya hidup (lifestyle) di lingkungan kampus, bukan sekadar kewajiban administratif organisasi.

    Keterlibatan ormawa lain dalam Controlling Buzem bulan ini diharapkan menjadi pemantik bagi aksi-aksi kolaboratif lainnya di masa depan. Dengan semangat gotong royong, tantangan lingkungan yang ada di kampus dapat diatasi dengan lebih ringan dan berdampak luas.

    Sampai jumpa di agenda Controlling Buzem bulan depan dengan semangat yang tetap membara!

    Editor: Tim Media Eco Campus FMIPA

    Foto: Dokumentasi Bersama Ormawa FMIPA (BEM, DPM, HMP Sains Data)

  • ECO CARE 2026: Menanam Harapan, Berbagi Kebahagiaan

    [Surabaya, 26 April 2026] – Isu lingkungan hidup bukan sekadar tentang angka dan data, melainkan tentang kepedulian yang diwujudkan melalui aksi nyata. Semangat inilah yang melatarbelakangi suksesnya penyelenggaraan program kerja unggulan Eco Care 2026 bertajuk “Menanam Harapan, Berbagi Kebahagiaan” yang baru saja digelar pada pekan lalu.

    Kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi ekologis yang dibalut dengan suasana hangat dan penuh keceriaan. Tidak hanya sekadar seremoni, Eco Care 2026 mengajak seluruh partisipan untuk menyentuh langsung alam melalui serangkaian agenda kreatif yang edukatif.

    Mengubah Limbah Menjadi Media Tumbuh

    Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah workshop upcycling botol plastik bekas. Partisipan diajak untuk mengubah botol plastik yang biasanya menjadi sampah, menjadi pot tanaman yang fungsional.Kegiatan berlanjut ke sesi melukis pot, di mana setiap peserta dapat menumpahkan imajinasi mereka di atas media botol tersebut. Dengan sentuhan warna-warni cat, botol bekas tersebut bertransformasi menjadi karya seni unik sebelum akhirnya ditanami dengan berbagai bibit tanaman produktif.

    Melukis pot dari botol bekas

    Keseruan Games dan Harmoni Alam

    Suasana semakin meriah dengan adanya berbagai interactive games yang menguji kekompakan dan pengetahuan peserta mengenai lingkungan hidup. Gelak tawa dan semangat kompetisi yang sehat menyatukan seluruh elemen yang hadir, sesuai dengan tema “Berbagi Kebahagiaan” yang diusung.Sebagai puncak acara sekaligus simbol kebebasan dan perdamaian dengan alam, dilakukan pelepasan burung merpati secara bersama-sama. Langit yang biru seketika dihiasi kepakan sayap merpati, melambangkan harapan agar ekosistem kita tetap lestari dan seimbang di masa depan.

    Komitmen Berkelanjutan

    Melalui Eco Care 2026, Eco berharap dapat menanamkan benih kesadaran lingkungan yang akan terus tumbuh di hati masyarakat. Program ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan tidak harus kaku, namun bisa dilakukan melalui cara-cara kreatif yang menyentuh sisi kemanusiaan.

    Terima kasih kepada seluruh relawan dan partisipan yang telah ikut serta menanam harapan.

    Sampai jumpa di aksi hijau berikutnya!

    Editor: Tim Media Eco Campus

    Foto: Dokumentasi Internal Eco Care 2026

    Salam Bumi, Pasti Lestari 💚🍀 FMIPA KAMPUS KONSERVASI ✊🏻

  • Estafet Kepemimpinan: M. Daffa Ubaidillah dan Diah Anggun Nayla Resmi Pemimpin Eco Campus Periode 2026/2027

    Potret keluarga besar Eco Campus FMIPA Unesa Periode 2025/2026 bersama dosen pembina bu Dra. Herlina Fithrihidajati, M. Si

    Gedung Fisika C02.02.03, 17 Januari 2026 – Organisasi mahasiswa yang berfokus pada kelestarian lingkungan, Eco Campus, baru saja sukses menyelenggarakan agenda tahunan, yakni Musyawarah Anggota (MA). Kegiatan yang menjadi momentum evaluasi sekaligus regenerasi kepengurusan ini menandai berakhirnya masa jabatan periode sebelumnya dan dimulainya babak baru bagi organisasi.​Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diawali dengan pembahasan AD/ART sebagai landasan gerak organisasi.

    Prosesi sidang Musyawarah Anggota Eco Campus FMIPA Unesa

    Puncak dari acara ini adalah prosesi pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum yang akan memimpin arah gerak Eco Campus selama satu periode ke depan.

    Pemimpin Baru, Harapan Baru

    Penyerahan inventaris Eco Campus ke Periode lama kepada Periode baru

    Berdasarkan hasil musyawarah yang dilakukan secara demokratis, M. Daffa Ubaidillah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Eco Campus periode 2026/2027, didampingi oleh Diah Anggun Nayla sebagai Wakil Ketua Umum.​ Keduanya terpilih membawa visi untuk memperkuat peran Eco Campus dalam isu-isu lingkungan di lingkungan fakultas maupun masyarakat luas, serta meningkatkan soliditas internal dan eksternal antaranggota.

    “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Tugas ini bukan hanya tentang memimpin, tapi tentang bagaimana kita semua di Eco Campus bisa terus konsisten menjadi garda terdepan dalam aksi lingkungan,” ujar Daffa dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum terpilih.

    Pengurus BPH Periode 2026/2027

    Tidak lupa juga kami ucapkan kepada Herdhanti Shang Maharani selaku Ketua Umum Eco Campus dan Wakilnya Asta Denata Aulya beserta anggota BPH lainnya dan seluruh staff divisi atas komitmen dan dedikasinya selama satu periode ini kepada Eco Campus FMIPA Unesa.

    Dengan semangat “Awal Baru, Semangat Hijau”, Eco Campus diharapkan terus melahirkan inovasi dan program kerja yang berdampak nyata bagi ekosistem kampus. Segenap keluarga besar Eco Campus mengucapkan selamat bertugas kepada M. Daffa Ubaidillah dan Diah Anggun Nayla.​

    Salam Lestari!

    Eco Campus – Bersama Menjaga Bumi.

  • Duta Eco Campus FMIPA UNESA Raih Juara 3 dalam Ajang Duta Lingkungan UNESA 2025

    Kabar membanggakan datang dari Eco Campus FMIPA UNESA. Dua perwakilan terbaiknya, M. Daffa Ubaidillah Wahab dari Prodi Matematika dan Nevrina Zahwa Pratiwi dari Prodi Pendidikan Biologi, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Duta Eco CampusUNESA 2025.Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian, pengetahuan, serta gagasan inovatif dalam mewujudkan kampus yang berkelanjutan. Melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari penilaian wawasan lingkungan, public speaking, hingga presentasi program aksi, Daffa dan Nevrina berhasil menorehkan prestasi gemilang yang mengharumkan nama FMIPA.Dengan semangat kolaborasi, keduanya mengusung visi “Green Action, Smart Generation” yang menekankan pentingnya perubahan perilaku kecil sebagai fondasi menuju gaya hidup ramah lingkungan di lingkungan kampus.

    Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FMIPA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan dalam gerakan pelestarian lingkungan.Prestasi Daffa dan Nevrina diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan inisiatif hijau. Semangat mereka sejalan dengan visi Eco Campus UNESA untuk membentuk generasi muda yang peduli, kreatif, dan berdaya guna dalam menjaga keberlanjutan bumi.

  • Green Campus Day Eco Campus FMIPA Unesa

    Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan kampus berwawasan lingkungan, Eco Campus FMIPA UNESA kembali menggelar Green Campus Day (GCD) 2025 dengan semangat “Lead the Green Legacy: Your Action, Our Future”. Kegiatan ini berlangsung sepanjang bulan September, tepatnya pada tanggal 7, 14, 21, dan 28 September 2025, dan melibatkan seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 FMIPA UNESA.

    Serangkaian kegiatan GCD tahun ini dikemas secara kolaboratif dan edukatif. Rangkaian dimulai pada 7 September 2025 dengan pembuatan eco enzyme di Joglo Biologi, di mana peserta belajar mengolah limbah dapur menjadi cairan serbaguna ramah lingkungan. Kegiatan berlanjut pada 14 September 2025 dengan pelatihan pembuatan komposter Takakura, yang mengajarkan mahasiswa cara mengelola sampah organik rumah tangga secara sederhana dan efektif.

    Pada 21 September 2025, suasana hijau semakin terasa lewat kegiatan penanaman tanaman toga di Green House FMIPA. Aktivitas ini tidak hanya memperindah lingkungan kampus, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tanaman obat keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai penutup rangkaian, Webinar Lingkungan yang diselenggarakan secara daring pada 28 September 2025 menjadi puncak refleksi aksi hijau mahasiswa. Webinar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif: Bapak Adi yang membawakan materi tentang “Kesadaran Lingkungan di Era Modern”, serta Kak Dicky dengan topik “Upaya Pengurangan Sampah Plastik di Lingkungan Kampus”.

    Melalui rangkaian kegiatan Green Campus Day 2025 ini, diharapkan semangat peduli lingkungan dapat terus tumbuh di hati setiap mahasiswa FMIPA. Eco Campus FMIPA UNESA percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil—dan GCD 2025 menjadi bukti nyata bahwa generasi muda siap menjaga bumi, dimulai dari kampusnya sendiri.

  • Eco Campus FMIPA UNESA Gelar Beach Clean Up di Pantai Kenjeran Surabaya

    Surabaya, 24 Agustus 2025 – Eco Campus FMIPA UNESA melalui Divisi Air sukses melaksanakan kegiatan Beach Clean Up (BCU) di Pantai Batu Kenjeran, Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh para volunteer dari berbagai program studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNESA.

    Dengan semangat kolaborasi, para peserta bersama-sama membersihkan kawasan pantai dari sampah plastik dan limbah rumah tangga yang menumpuk di area pesisir. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan pantai, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir.

    Melalui kegiatan ini, Eco Campus berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta terus menggaungkan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan.

  • Buzem Controlling: Gerakan Bersih dan Peduli Lingkungan

    Peduli Lingkungan Peduli Masa Depan! dari Mahasiswa Eco Campus Fmipa 🪴

    “Buzem Controlling” merupakan salah satu program kerja unggulan yang digagas oleh Divisi Pengelolaan Sampah Eco Campus FMIPA Unesa, dengan tujuan utama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di area sekitar buzem, yaitu area resapan air yang menjadi bagian vital dari ekosistem kampus 1 Unesa, Ketintang. Program ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan bentuk nyata dari tanggung jawab ekologis mahasiswa terhadap lingkungan kampus mereka.

    Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan terjadwal, meliputi:

    1. Setiap dua minggu sekali oleh Divisi Pengelolaan Sampah,

    2. Setiap satu bulan sekali oleh gabungan dua divisi di Eco Campus FMIPA Unesa, dan

    3. Setiap tiga bulan sekali oleh seluruh anggota Eco Campus FMIPA Unesa

    Dengan sistem piket, para anggota turun langsung ke lapangan untuk memungut sampah-sampah kecil yang sulit diurai oleh alam seperti plastik kemasan, puntung rokok, sedotan, dan jenis sampah ringan lainnya yang tersebar di sekitar area buzem. Aktivitas ini tidak hanya menjadi momen aksi, tetapi juga edukasi. Melalui kegiatan ini, anggota Eco Campus diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan hidup secara langsungdan aplikatif.

    Tak hanya membersihkan secara fisik, kegiatan Buzem Controlling juga dilengkapi dengan penuangan eco-enzyme ke dalam buzem setiap tiga bulan sekali. Eco-enzyme merupakan cairan alami hasil fermentasi limbah organik yang berfungsi sebagai agen pembersih dan penyeimbang ekosistem air. Penuangan ini bertujuan untuk menjaga kualitas air buzem, mengurangi bau tak sedap, serta mempercepat proses degradasi limbah organik secara alami.

    Dengan langkah ini, Eco Campus FMIPA Unesa menunjukkan pendekatan ekologis yang menyeluruh, tidak hanya menjaga kebersihan visual, tetapi juga kesehatan ekosistem air. Sampah yang telah dikumpulkan tidak serta-merta dibuang begitu saja. Proses pemilahan dilakukan dengan cermat antara sampah organik dan anorganik, sebagai bentuk konkret penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Hal ini sekaligus menjadi latihan nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam kehidupan sehari-hari.

    Program ini diluncurkan secara resmi mulai bulan April 2025, program Buzem Controlling dirancang untuk berjalan sepanjang satu periode kepengurusan EcoCampus. Seiring

    berjalannya waktu, program ini terbukti membawa dampak positif yang nyata: lingkungan kampus terutama area buzem menjadi lebih bersih, estetis, dan sehat. Lebih dari itu, kegiatan ini juga membentuk budaya hidup bersih, mempererat kerja sama tim, dan membangkitkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dari hal-hal kecil. Melalui gerakan ini, Eco Campus FMIPA Unesa berharap dapat menanamkan semangat keberlanjutan di kalangan mahasiswa dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap bumi. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan BuzemControlling adalah salah satu langkah berani yang membawa harapan bagi masa depan kampus yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.

  • Aksi Nyata Jaga Bumi: Gerakan Kebersihan Lingkungan Dimulai dari Kita

    Agenda Rutin Eco Campus Fmipa Unesa, Salam Bumi! Pasti Lestari 🧹🌱

    Piket Green House

    Green House merupakan salah satu upaya pelestarian keanekaragaman hayati di lingkungan kampus. Sebagai ruang hidup bagi berbagai jenis tanaman, green house tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas konservasi, tetapi juga menjadi wahana edukatif bagi mahasiswa untuk belajar mencintai dan merawat alam secara langsung. Menyadari pentingnya keberadaan green house.

    Divisi Keanekaragaman Hayati dari organisasi Eco Campus melaksanakan program rutin yaitu “Piket Green House” sebagai bentuk kepedulian kolektif terhadap lingkungan hidup kampus. Program ini mulai dilaksanakan pada Rabu, 7 Mei 2025, dan berlangsung selama tujuh minggu berturut-turut. Kegiatan ini hanya dilaksanakan setiap hari Rabu, dengan sistem rotasi kelompok. Divisi Keanekaragaman Hayati telah membentuk 7 kelompok piket, di mana masing-masing kelompok dijadwalkan untuk bertugas selama satu hari dalam seminggu. Pembagian ini dimaksudkan agar seluruh anggota Eco Campus dapat terlibat secara aktif dan merata dalam menjaga keberlangsungan green house. Setiap kelompok memiliki tanggung jawab untuk melakukan penyiraman tanaman secara selektif sesuai jenis dan kebutuhan airnya, membersihkan area green house dari sampah dan melaporkan bila ditemukan kerusakan atau kondisi abnormal pada fasilitas green house.

    Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyesuaikan jadwal kuliah para anggota. Program “Piket Green House” merupakan langkah sederhana namun berdampak besar. Tidakhanya sebagai bentuk pemeliharaan fisik terhadap fasilitas lingkungan, kegiatan ini juga menjadi cerminan semangat ekologis dan rasa tanggung jawab sosial yang tumbuh di kalangan mahasiswa. Diharapkan, melalui konsistensi kegiatan ini, green house kampus tetap terjaga kelestariannya dan mampu memberi manfaat jangka panjang bagi ekosistem kampus maupun pengembangan pengetahuan mahasiswa di bidang keanekaragaman hayati.

  • Menanam Peduli, Menuai Harapan!

    Eco Care 2025: Peduli Lingkungan, Peduli Masa Depan

    Universitas Negeri Surabaya, Ketintang, FMIPA – 25 Mei 2025 Sebagai bagian dari program kerja perdana Divisi Eco Sosial, ECO CAMPUS FMIPA UNESA menyelenggarakan kegiatan Eco Care 2025 yang berlangsung di Panti Asuhan Graha Yatim Dhuafa (GRAY), Ketintang Selatan. Kegiatan ini dirancang sebagai aksi nyata untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan, dengan mengusung tema “Peduli Lingkungan, Peduli Masa Depan.”

    Peserta utama dalam kegiatan ini adalah anak-anak panti, yang didampingi oleh mahasiswa FMIPA UNESA selaku panitia. Melalui pendekatan edukatif yang dikemas dengan cara yang menyenangkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada anak-anak sejak dini, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekitar.

    Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Eco Care, Ketua Umum Eco Campus FMIPA, dan Pembina ECO CAMPUS, Ibu Dra. Herlina Fitrihidajati, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang bukan hanya berpikir akademik, tetapi juga aktif dalam aksi sosial dan lingkungan.

    Setelah sesi sambutan, suasana semakin hangat dengan ice breaking dan pembagian name tag, yang membuat anak-anak semakin akrab dengan kakak-kakak panitia. Kegiatan kemudian berlanjut ke workshop menanam tanaman toga, di mana anak-anak diajak mengenal manfaat tanaman obat dan mempraktikkan langsung cara menanamnya.

    Tidak hanya belajar, anak-anak juga diajak untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui sesi melukis pot tanaman. Setiap anak diberi pot yang bisa mereka hias sendiri, menciptakan kombinasi warna dan gambar yang unik dan berkesan. Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan adalah sesi cap tangan bersama, simbol kolaborasi, semangat, dan kenangan indah dari momen kebersamaan hari itu.

    Setelah semua kegiatan selesai, anak-anak diberikan snack ringan yang telah disiapkan panitia, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Foto-foto diambil tidak hanya sebagai dokumentasi internal, tetapi juga sebagai kenangan visual dan materi unggahan media sosial Eco Campus FMIPA.

    Meskipun terdapat beberapa kendala teknis seperti perlengkapan yang kurang dan koordinasi yang sempat belum maksimal, seluruh panitia tetap kompak dalam menyelesaikan hambatan yang ada. Evaluasi dan refleksi dilakukan bersama sebagai bekal perbaikan untuk kegiatan ke depan.

    Eco Care 2025 bukan hanya tentang menanam tanaman dan melukis pot, tetapi juga menanam nilai-nilai kebaikan, kerja sama, dan kepedulian dalam diri setiap peserta. ECO CAMPUS FMIPA UNESA berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dari gerakan sosial dan lingkungan yang lebih luas, menyentuh lebih banyak hati, dan berdampak nyata bagi sekitar.

    Selamat dan terima kasih untuk semua pihak yang telah terlibat.

    Salam Lestari! 🌿

    Mari tumbuh dan bergerak bersama demi FMIPA yang lebih peduli lingkungan dan sesama.